Ilustrasi – Seorang siswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Selatan menunjukkan poster bertuliskan “UN dihapus, Yess” pada aksi menolak ujian nasional di Bundaran Air Mancur Depan Masjid Agung Palembang, Kamis (18/4). (ANTARA/Nila Fuadi/Aw)
PELITAINDONESIA.CO – Kemarin Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim kembali membahas masalah Ujian Nasional (UN), warga Gorontalo Utara menggalang sumbangan untuk membantu membayar tunggakan listrik kantor bupati, dan ulat bulu menyerbu satu sekolah di Cirebon.
Selain itu ada warta mengenai pendidikan anak usia dini dan ucapan Natal dari PBNU yang bisa dibaca dalam kumpulan ringkasan berita berikut.
Mendikbud katakan tidak ada lagi miniatur UN di sekolah
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa tidak akan ada lagi Ujian Sekolah Berstandar Nasional, yang merupakan miniatur Ujian Nasional (UN), di sekolah.
Warga kumpul donasi bantu bayar tagihan listrik kantor bupati
Pemutusan aliran listrik ke Kantor Bupati Gorontalo Utara di Provinsi Gorontalo sejak Sabtu (21/12) hingga Senin (23/12) pukul 15.00 WITA mendorong warga yang prihatin melakukan penggalangan dana untuk membantu pemerintah daerah membayar ongkos listrik.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menekankan pentingnya kualitas interaksi antara guru dan murid dalam mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ideal.
"Menurut saya PAUD yang paling ideal adalah yang mempunyai guru yang benar-benar mencintai muridnya. Itu yang penting. Walaupun sarana prasarana penting, namun kebatinan antara guru dan murid itu yang paling penting," katanya usai meresmikan penggunaan gedung baru PAUD Km "0".
Soal ucapan Natal, PBNU kedepankan toleransi
Ketua Tanfidziah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan ucapan Selamat Natal dalam konteks persaudaraan manusia tidak menjadi persoalan jika tidak dikaitkan dengan ranah teologis.
"Kita cukup dengan menghargai apa yang umat agama lain lakukan dengan membiarkannya dan tidak berbuat keributan. Biarkanlah mereka lakukan apa yang mereka yakini, sedang kita fokus pada apa yang kita yakini. Itu intinya," kata Robikin
Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.


