Pengunjuk rasa warga Kurdi membawa spanduk bertuliskan “Stop the invasion” (stop penyerangan) saat demonstrasi protes atas aksi militer Turki di timur laut Suriah, di Strasbourg, Prancis, Sabtu (12/10/2019). (REUTERS/VINCENT KESSLER)
PELITAINDONESIA.CO – Prancis pada Sabtu (12/10) mengatakan telah menghentikan seluruh penjualan senjata kepada Turki dan memperingatkan Ankara bahwa serangan yang dilancarkannya di Suriah timur laut telah mengancam keamanan Eropa.
"Dengan harapan bahwa serangan ini akan diakhiri, Prancis telah memutuskan menangguhkan sementara semua rencana untuk menjual senjata-senjata kepada Turki yang bisa digunakan dalam serangan ini. Keputusan ini langsung diberlakukan," demikian bunyi pernyataan bersama kementerian luar negeri dan pertahanan.
Pernyataan itu berbunyi bahwa para menteri luar negeri negara-negara anggota Uni Eropa pada Senin (14/10) akan mengoordinasikan sikap mereka dalam pertemuan di Luksemburg.
Sumber: Reuters
Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.
