Gandeng Dunia Usaha dan Lembaga Sosial, Dinas Perkebunan Lamteng Genjot Pendanaan Program SEKINKER GELOWING

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng) melalui Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, lembaga sosial, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penggalangan dukungan pendanaan untuk program ALUR MIS X dan KOLEGA CETING, yang menjadi bagian dari rangkaian program SEKINKER GELOWING di Kabupaten Lampung Tengah.

Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Lampung Tengah, Ir. Rony Witono, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., mengatakan kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Untuk memotivasi perusahaan yang lain ikut memberi bantuan melalui ALUR MIS X dan KOLEGA CETING,” ujar Rony Witono.

Rony menjelaskan, ALUR MIS X adalah Ayam peteLUR utk masyarakat MISkin Xtrem. Sementara itu, KOLEGA CETING adalah KOlam LEle keluarGA CEgah stunTING.

Menurutnya, kedua program tersebut merupakan bentuk intervensi nyata yang diarahkan untuk membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan keluarga, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pencegahan stunting.

Rony menegaskan, keterlibatan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun sumber pendanaan sosial lainnya menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan program pemerintah.

Untuk itu, pihaknya terus membangun komunikasi dan melakukan audiensi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Di antaranya Ketua Harian Forum CSR Kabupaten Lampung Tengah, Ketua BAZNAS Kabupaten Lampung Tengah, Branch Manager Bank Lampung Bandar Jaya, serta Direktur Utama BPRS Rajasa.

Audiensi yang dilaksanakan Jumat, 2 Oktober 2026 tersebut membahas penggalangan dukungan operasional melalui optimalisasi Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) produktif serta Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pembiayaan program ALUR MIS X dan KOLEGA CETING.

Rony berharap dukungan tersebut tidak hanya berasal dari satu atau dua perusahaan, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan lebih banyak dunia usaha dan lembaga sosial.

“Kami berharap langkah ini dapat memotivasi perusahaan lainnya untuk ikut berkontribusi. Dengan semangat kolaborasi, bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Upaya Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang terus didorong Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos.

Komang Koheri mendorong agar pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kemampuan pemerintah melalui APBD, tetapi juga diperkuat dengan keterlibatan dunia usaha, lembaga sosial, serta seluruh elemen masyarakat.

Semangat kolaborasi tersebut dinilai penting dalam pelaksanaan program SEKINKER GELOWING, khususnya untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting secara terpadu.

Melalui ALUR MIS X dan KOLEGA CETING, pemerintah daerah berupaya menghadirkan pola intervensi yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong pemberdayaan, ketahanan pangan, pemenuhan gizi, dan kemandirian keluarga.

SEKINKER GELOWING merupakan akronim dari “SEjahterakan masyarakat misKIN, KERja sama CSR, GErebek Lawan, dan Waspada stuntING.”

Program inovasi tersebut digagas oleh Plt. Kepala Bappeda Lamteng, Ir. Rony Witono, dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor sebagai salah satu strategi dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting di Lampung Tengah.

Rony menambahkan, semakin banyak perusahaan dan lembaga sosial yang terlibat, maka semakin luas pula masyarakat yang dapat merasakan manfaat program tersebut.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan sosial dapat ditangani secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan masyarakat menjadi kekuatan bersama untuk mewujudkan Lampung Tengah Unggul, Adil dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Rony Witono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *