Rote Ndao bentuk 23 desa tangguh bencana di perbatasan Australia

Rote Ndao bentuk 23 desa tangguh bencana di perbatasan AustraliaBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang upaya penanggulangan bencana apabila terjadi bencana alam. (ANTARA/HO-BPBD Rote Ndao)

PELITAINDONESIA.CO – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, telah membentuk 23 desa tangguh bencana agar masyarakat di wilayah yang berbatasan dengan negara Australia ini selalu siap menghadapi ancaman bencana.

"BPBD Rote Ndao secara rutin melakukan edukasi kepada masyarakat tentang upaya pengurangan risiko bencana. Salah satu yang dilakukan melalui pembentukan 23 desa tangguh bencana," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Rote Ndao, Deskiel Haning ketika dihubungi Antara dari Kupang, Jumat.

Deskiel Haning mengatakan hal itu terkait upaya pemerintah Kabupaten Rote Ndao terhadap upaya penanggulangan bencana alam.

Ia mengatakan, pembentukan 23 desa tangguh bencana di wilayah terselatan Indonesia ini dilakukan karena daerah ini juga masuk dalam wilayah yang rawan bencana alam seperti angin kencang dan banjir serta tanah longsor dan puting beliung.

Menurut dia, pembentukan desa tangguh bencana sebagai upaya pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam mempersiapkan masyarakat akan ancaman bencana yang berpotensi terjadi di daerah ini.

Menurutnya, setiap desa yang telah ditetapkan sebagai desa tangguh bencana juga memiliki relawan yang selalu dalam kondisi siaga untuk membantu masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana.

"BPBD memiliki relawan yang selalu siaga membantu korban bencana alam. Kami telah melakukan sosialisasi dan simulasi sehingga masyarakat bisa memiliki pemahaman tentang upaya penanggulangan bencana," kata Deskiel Haning.

Ia mengatakan, bencana angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (4/12/2019) merupakan kejadian yang pertama terjadi di wilayah Rote Ndao.

"Peristiwa angin puting beliung pada Rabu (4/12) itu terjadi di kawasan yang jauh dari kawasan pemukiman penduduk sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Apabila terjadi dalam di lokasi pemukiman penduduk tentu akan berdampak buruk," katanya.*

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *